Home / Berita / Yamaha Turunkan Morbidelli-Quartararo di MotoGP 2019

Yamaha Turunkan Morbidelli-Quartararo di MotoGP 2019

Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis akhirnya membocorkan bahwa tim satelit barunya, Yamaha-SIC akan menurunkan Franco Morbidelli dan Fabio Quartararo musim depan. Belum ada pengumuman resmi dari Yamaha dan SIC (Sepang International Circuit) Racing, namun hal ini disampaikan Jarvis langsung kepada reporter pitlaneDorna Sports, Simon Crafar di sela MotoGP Austria akhir pekan lalu.

Morbidelli yang merupakan juara dunia Moto2 2017 dan anak didik Valentino Rossi di VR46 Riders Academy, saat ini membela Estrella Galicia 0,0 Marc VDS Honda dan tak tampil sesuai ekspektasi. Di lain sisi, Fabio Quartararo, saat ini turun di Moto2 bersama Speed Up Racing dan baru-baru ini sukses meraih kemenangan di Catalunya, Spanyol.

Jarvis pun menyatakan bahwa keputusan ini diambil oleh SIC dan telah mendapat izin dari Yamaha. “Saya takkan bilang bahwa kami (Yamaha) tak punya andil, tapi utamanya keputusan soal rider ada pada tim satelit. Mereka adalah tim independen. Jelas siapa pun yang mereka pilih harus mendapat persetujuan dari kami, soal ia berpotensi atau tidak dalam mengendarai M1,” ujarnya.

Alasan Pilih Morbidelli

Alasan Pilih Morbidelli

Jarvis pun menyatakan bahwa pihaknya langsung setuju dengan keputusan SIC menggaet Morbidelli, mengingat Yamaha sempat tertarik menggaetnya akhir tahun lalu, namun gagal karena rider berdarah Italia-Brasil itu telah lebih dulu mendapat kontrak dari Marc VDS dan Honda.

“Mereka memutuskan untuk memilih Franco, rider yang sangat menarik bagi kami karena ia merupakan juara dunia. Dan ia anggota (VR46 Riders) Academy dan jelas bertalenta. Saya rasa ia akan tampil baik di atas M1 ketimbang Honda. Jadi soal Franco, kami tak ada keraguan sama sekali sejak awal,” ungkap Jarvis.

Harapan untuk Quartararo

Harapan untuk Quartararo

Jarvis tak memungkiri bahwa pemilihan Quartararo cukup pelik. Rider Prancis ini merupakan juara CEV Moto3 2013-2014, dan mendapat izin perkecualian untuk turun di kejuaraan dunia Moto3 pada 2015 sebelum usianya genap 16 tahun. Dua tahun ia ‘tersesat’ di Moto3, dan tampil buruk di Moto2 2017, sebelum menggebrak tahun ini.

“Soal Fabio, ia akan jadi debutan, tapi ia masih muda. Ia baru 19 tahun, dan jelas bertalenta. Ia hilang arah mungkin selama 1-2 tahun, tapi ia kembali menjanjikan tahun ini. Tapi saya rasa ia bisa menjadi salah satu rider yang sangat baik di masa depan,” lanjut pria asal Inggris ini.

Tanpa Ekspektasi untuk Quartararo

Tanpa Ekspektasi untuk Quartararo

Mengingat Quartararo masih begitu muda, Jarvis mengaku pihaknya tak mau memberikan beban tertentu kepadanya musim depan, hal serupa yang mereka lakukan kepada Hafizh Syahrin di Monster Yamaha Tech 3 tahun ini.

“Seperti yang ditunjukkan Hafizh, kadang Anda bisa merekrut seorang rider, dan jika ia punya talenta dan didatangkan tanpa diberi ekspektasi apa pun, ia justru bisa tampil baik. Jadi kami cukup nyaman dengan pilihan mereka,” pungkas Jarvis.

About asiagol

Check Also

GEBYAR HADIAH LUCKY DRAW