Home / Berita / Tampil Menggebrak, Bautista Tak Punya Tim di MotoGP 2019

Tampil Menggebrak, Bautista Tak Punya Tim di MotoGP 2019

Pembalap Angel Nieto Team, Alvaro Bautista sukses melakukan gebrakan dengan finis kelima di MotoGP Jerman akhir pekan lalu, bertarung sengit dengan para rider papan atas. Sayangnya, nasib juara dunia GP125 2006 ini justu terkatung-katung dan terancam terdepak dari MotoGP tahun depan.

Start dari posisi sembilan, Bautista sukses mempertahankan posisinya pada lap pertama, dan naik dua posisi usai menyalip Dani Pedrosa dan Maverick Vinales. Ia naik satu posisi lagi usai Cal Crutchlow terjatuh, dan masuk lima besar hingga finis setelah menyalip Andrea Dovizioso pada Lap 21.

“Saya senang, di Assen, Belanda kami menjalani balapan terbaik dari sudut pandang performa, finis hanya tujuh detik di belakang pemenangan. Kini di Sachsenring jarak kami berkurang menjadi lima detik, jadi inilah yang terpenting dan saya merasa sangat nyaman berkendara sepanjang balapan,” ungkapnya kepada Crash.net.

Frustrasi Soal 2019

Frustrasi Soal 2019

Mulai tahun depan Angel Nieto Team akan diambil alih oleh SIC Racing yang bakal menjadi tim satelit baru Yamaha. Tim baru ini nyaris dipastikan bakal menggaet Franco Morbidelli, dan kemungkinan besar akan menaungi Fabio Quartararo, membuat Bautista tanpa tim tahun depan.

“Ya, saya frustrasi, apalagi karena semua peluang tertutup sejak seri ketiga. Jadi Anda tak punya kesempatan menunjukkan potensi. Saya sangat kesulitan di awal tahun, baik dalam pramusim maupun balapan-balapan pertama, tapi kini kami punya potensi naik podium,” ujarnya.

“Jadi menurut saya, terlalu dini jika semua tim menawarkan kontrak di tiga seri pertama. Setidaknya mereka harus menunggu sampai 7-8 balapan. Tapi sekarang ke mana saya harus pergi? Saya masuk lima besar (di Sachsenring) tapi justru tak punya motor untuk tahun depan,” lanjut rider Spanyol ini.

Peningkatan Pesat

Peningkatan Pesat

Padahal, Bautista terus mengalami peningkatan signifikan di sembilan seri pertama musim ini. Pada tiga seri pertama, ia terlempar dari 10 besar, namun sejak melakukan perubahan minim pada Desmosedici GP17 di Jerez, Spanyol, ia justru konsisten finis di 10 besar, kecuali di Prancis saat ia terjatuh dan gagal finis.

“Sepanjang pramusim kami menjadikan Ducati lain sebagai referensi, tapi hasilnya nihil. Sejak Jerez kami melakukan sebaliknya. Saya pun mulai nyaman, dan makin percaya diri. Sejak itu kami hanya mengubah hal-hal kecil,” ungkap rider 33 tahun ini.

“Ini tanda baik. Jika Anda harus mengubah banyak hal, berarti pondasinya salah. Tapi kini kami tak pernah mengubah apa pun, jadi kami mengalami peningkatan. Saya rasa inilah cara untuk melaju cepat, dan semoga di balapan selanjutnya kami tetap di level yang sama atau lebih baik lagi,” pungkas Bautista.

About asiagol

Check Also

BPBD Pacitan: 49 Desa Mengalami Kekeringan

Kekeringan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur meluas pada musim kemarau2019. Sekitar 49 desa di kabupaten pesisir pantai ...